Pelaku Usaha di Tenggarong Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR-Kelangkaan minyak goreng menjadi keluhan masyarakat Kukar, khususnya para pelaku UMKM, karena harga minyak goreng saat ini alami kenaikan.

Hal ini dirasakan Sutiono, pelaku UMKM kripik singkong di Jalan Gunung Kinibalu, dirinya telah merasakan kelangkaan minyak goreng sejak satu bulan lalu.

"Sudah sekitar sebulan minyak goreng ini kosong, kalaupun ada harganya tinggi, kalau kosong bahkan sampai tidak bisa jualan" ucap Sutiono kepada Poskotakaltumnews, di Jalan Kinibalu, Senin (7/3/2022).

Kata Sutiono, harga minyak goreng mencapai Rp. 330 per 18 liter, jika harga standarnya hanya Rp. 225 per 18 liter.

Menurutnya, minyak goreng sangat penting untuk kelancaran usahanya, karena 18 liter minyak goreng digunakan untuk 2 hari.

"Saya berharap kepada pemerintah daerah, agar dapat mengatasi permasalahan yang ada saat ini, dan ketersediaan minyak goreng selalu ada" ujarnya.

Sementara itu Suyati Pemilik Toko Niki Mangkurawang menuturkan, harga minyak goreng saat Rp 27 ribu per 1,5 liter botol aqua. Sulitnya minyak goreng ini karena kosong dari distributornya.

"Biasanya saya jual minyak goreng harga Rp. 35 ribu per 2 liter, ini saya dapat yang jerigenan 18 liter, kemudian ditakar di botol aqua" ungkap Suyati.

"Saya sudah keliling cari dimana mana juga susah" imbuhnya.

Lanjut dia, pembeli pun dijatah dalam membeli minyak goreng, agar pembeli lainnya bisa mendapatkan minyak goreng juga.(*riz)